Perasaan
bahagia menjadi sebuah hal yang sangat
berharga. Untuk menemukannya orang berani
membayar mahal. Berekreasi keberbagai kawasan wisata, menikmati paket liburan
keluar kota, menyepi dan menyindiri dari ritual yang membosankan, membeli aneka
barang aksesoris , atau menikmati jamuan makan yang mahal dan istimewa.
Kesusahan hidup mungkin sedikit terlupakan saat menikmati dan melakukan kegiatan-kegiatan itu. Tapi
hanya sekejap. Tidak lama kemudian kesusahanpun
datang dan hinggap.
Hal initerjadi karena memang perasaan suka
cita dan gemira bukanlah sifat jasmani dan dan tidak muncul akibat makanan dan tempat tinggal .
Kadang kadang orang kaya yang memakan berbagai jenis makanan dan tiduur dikasur yang empuk , lebih banyak
mengeluh kesusahan hidup daripada simiskin yang tinggal hanya disebuah gubuk,
dan tidur beralaskan tikar rombeng . Ini karena perasaan bahagia dan gembira
lebih terkait dengan kondisi batin. Bagaimana kondisi hati, itulah yang
menentukan kebahagiaan.
Keamanan dan ketentraman hati itulah sumber kebahagiaan. Juga
kepercayaan penuh dengan kemampuan diri
untuk menghadapi hidup, percaya kepada kekuatan yang telah Allah berikan
kepada diri dan tidak mengeluh karena halangan
ditengah jalan , berusaha menghadapi segala halangan itu dengan jiwa yagn tabah, pikiran yang
teguh, dan hati besar. Perasaan bahagia ini nantinya akan berbekas pada roman muka yang berseri seri dan senyum
simpul menawan yang
memeperindah raut wajah.
Bila kita
merenungkan sejenak, ternyata nikmat karunia yang kita terima sungguh sangat banyak. Hari ini kita masih diberi kesempatan, menghirup udara menikmati segala fasilitas kehidupan. Dia bangunkan kita dari tidur dengan penuh
kesegaran tanpa kurang suatu apapun. Kita nikmati panca indra dan anggota tubuh
yang masih berfungsi dengan baik.
Menghirup udara dengan bebas . Masih bisa menikmati beraneka makanan dan minuman yang tersaji. Semua ini
kelihatannya seperti hal-hal kecil, namun
sesungguhnya adalah rangkaian nikmat yang sangat besar. Apa jadinya bila diantara aktifitas yang kita lakukan kemarin menjadi penyebab kematian kita. Apa jadinya bila tadi malam roh kita tidak dikembalikan oleh Allah. Tentu saat ini kita tidak ada disini.
Allah memegang jiwa (orang ) ketika matinya dan ( memegang ) jiwa (orang) yang belum mati diwaktu tidurnya; maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir "(az-Zumar:42)
Apa jadinya bila kita tidak bisa menikmati makan berhari hari, baik karena kekurangan makan atau karena sakit yang menimpa
Apa jadinya bila mata kita tiba tiba buta, telinga kita tiba tiba tidak dapat mendengar, atau tubuh kita menjadi lumpuh
Semua ini merupakan karunia yang patut kita syukuri. merasa puas dan bersyukur dengan apa yang ada itulah sumber kebahagaian hati.
Kesenangan hati tidak bisa dihargai dengan uang, tidak dapat dibeli, dan tidakdapat dijual. sebab ia adalah hasil dari pendidikan diri sendiri, terlahir dari kesadaran diri dengan karunia yang amat melimpah ini. Tidak perlu membayar dengan mahal . Cukup dengan ucapan Alhamdulillah; segala puji bagi Allah, dengan sepenuh hati dan penuh kesadaran atas nikmat yang kita terima, maka kebahagiaan itu datang dan mengalir keseluruh jiwa.
Untuk menikmati hidup penuh bahagia, patutlah kita melihat sejenak bagaimana kehidupan Rosululah SAW Dalam buku sirah beliau banyak disebutkan bahwa beliau adalah seorang yang
da ' imal bisyri selalu bergembira. Apapun permasalahan yang menimpa, tidak pernah menghapus perasaan suka cita dan kesyukuran beliau kepada Tuhannya.
(Diambil dari buku DAHSYATNYA IKHLAS SABAR QONA'AH. Oleh: Umar al-Faruq, Lc.
Penerbit: Ziyad)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar