BAB
I
GEOMTRI DIMENSI
DUA
Petunjuk
1. Pelajari materi geometri dimensi dua , diskusikan dengan teman kelompok kalian,
lalu lengkapi jawaban soal yang telah tersedia.
2. Jika mengalami kesulitan, tanyakan
pada teman atau
pada guru kalian !
Geometri adalah ilmu yag
membahas tentang hubungan antara titik,garis bidang dan bangun bangun ruang.
Pada bab ini akan dibahas tentang sudut , keliling
dan luas bangun datar dan transformasi
bangun datar
Kompetensi
dasar dan Indikator
1. Mengidentifikasi sudut ,
dengan indikator :
§
Satuan sudut dalam derajat dikonversi kesatuan sudut dalam radian atau sebaliknya
sesuai prosedur.
2. Menentukan keliling bangun
datar dan luas daerah bangun datar , dengan indikator :
§
Suatu bangun datar dihitung
kelilingnya
§
Daerah suatu bangun datar dihitung
luasnya
§ Bangun datar tak beraturan dihitung luasnya
3. Menerapkan transformasi bangun datar, dengan indikator :
§ Transformasi bangun datar
didiskripsikan menurut jenisnya
§ Transformasi bangun datar
digunakan untu k menyelesaikan
permasalahan program keahlian
A.SUDUT
a. Pengertian Sudut :
Sudut terbentuk
oleh dua sinar garis yang saling bertemu titik pangkalnya.
Sudut dapat pula terbentuk dari dua garis yang berpotongan di satu titik dan
membentuk dua pasangan sudut yang sama besar.
Garis AB dan garis CD berpotongan di titik
P.
Sudut yang dibentuk oleh garis AP dan garis
PD disebut sudut APD (ÐAPD) atau sudut DPA (ÐDPA)
Sudut yang dibentuk oleh garis AP dan garis
PC disebut sudut APC (ÐAPC) atau sudut CPA (ÐCPA)
ÐP3 =
ÐP1
dan ÐP4 =ÐP2 (sudut bertolak belakang)
ÐP2 +
ÐP3 =
1800 dan ÐP1 + ÐP2 = 1800 (sudut
berpelurus)
ÐP1+ÐP2+ÐP3+ÐP4 =
3600 (sudut satu putaran)
Ada tiga
macam satuan sudut yang sering digunakan yaitu:
Satuan
derajat, radian dan grade/gon
Ketiga
satuan sudut tersebut dapat ditemukan melalui tugas berikut
Kerjakan
tugas ini dengan teman kelompok!
Besar sudut AOB disebut 1 derajat ditulis ( 1^0) Jika panjang busur AB yang menghadap
sudut AOB sama dengan 1/360 dari keliling lingkaran(1putaran)
1^0=1/360x1putaran
1 putaran = 360^0
Ukuran derajat diperhalus
kedalam menit (...’) dan detik (...’’), dimana : 10 = 60’ dan 1’=
60’’
Dalam perhitungan sering
dipakai bentuk desimal derajat yang dapat diubah menjadi menit dan detik atau sebaliknya
Contoh 1
25,300 = 250 + 0,300
= 250 + 0,30 x 60’
= 250 + 18’= 250 18’
Contoh 2
500 7’12’’=500
+7’ +12’’=500 +7’+12
=500 +7’+0,2’=500
+7,2’=500 +7,2
=500 +0,120=
50,120
2. Satuan Radian
Besar
sudut AOB = 1 radian ditulis ( 1 rad) jika panjang busur AB yang menghadap
busur
AOB = jari-jari OA
1 putaran = 2p jari-jari
1 putaran = 2pr
Jadi
1 putaran = 2p rad
atau 1 radian = 52,3250
= 63,694g
atau 10 = 0,0174
radian = 1,11g
atau 1g = 0,0157
radian = 0,90
Jadi
1 putaran = 2p rad
3. Satuan Grade/Gon
Besar sudut AOB = 1 gradian ditulis (1^g)
Jika panjang busur AB yang menghadap sudut AOB = 1/400 dari keliling lingkaran (1 putaran)
1^g = 1/400 x 1 putaran <-> 1 putaran = 400^g
Hubungan antar satuan sudut
3600
= 2
rad = 400g atau 1800 =
rad = 200g
b Konversi
Sudut
Dari
hubungan : 2
radian = 3600 = 400g
Atau
Jadi
Contoh 1
1. Ubahlah satuan sudut berikut ke
dalam radian :
a.135
b. 330
2. Ubahlah ke dalam derajat :
a.
radian
b.
radian
Jawab :
1. a. 1350
= 135 x 0,0174 = 2,349 radian atau
b. Kerjakan seperti contoh
2. a .
radian =
x 1800=
1080
b.
radian=....
(Lanjutkan seperti contoh)
Kerjakan soal-soal di bawah ini kemudian diskusikan
hasilnya dengan kelompok kalian !
1. Ubahlah satuan sudut berikut ke dalam radian :
a. 135
c. 50 grade
b. 330
d. 340 grade
2. Ubahlah ke dalam grade :
a. 45
c.
radian
b. 30
d. 1
radian
3. Ubahlah ke dalam
derajat :
a.
radian c. 150 gradian
b.
radian d. 320 gradian
4. Suatu pesawat memberi laporan kebandara pada
posisi
. Sudut yang terbentuk oleh
posisi pesawat dalam bentuk desimal derajat dengan bandara adalah ....
5. Kemiringan
suatu dataran tinggi mencapai 20,240. Kemiringan dataraan tersebut
dalam bentuk menit dan detik adalah ....


Tidak ada komentar:
Posting Komentar